Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

Iklan "Merokok Membunuhmu" Konspirasi Asing dan Aseng Membunuh Industri Indonesia

Iklan "Merokok Membunuhmu" Konspirasi Asing dan Aseng Membunuh Industri Indonesia
Mengapa ada Iklan "ROKOK MEMBUNUHMU", Namun Rokok masih di Produksi & Pabrik Rokok Tidak di Tutup?



Adakah agenda tersembunyi dari dinamika ini?
Taukah Anda Bahwa balik logika kesehatan itu ada keserakahan kaum kapitalis asing yang hendak menguasai bisnis global di bidang kretek?

Pertarungan politik bisnis internasional menyebabkan Indonesia kehilangan kekayaan negeri sendiri. Sebab dulu, Indonesia yang pernah berjaya dengan penjualan minyak mandar kini telah diluluh lantakkan dengan bombardir minyak sayur.
Dulu Indonesia pernah jaya dengan minyak mandar atau lomo mandar, tapi dihancurkan dengan isu bahwa minyak mandar tidak baik untuk kesehatan oleh Amerika. Hal itu juga diberlakukan pada rokok kretek, lewat WHO, WTO dan pemerintahan Indonesia soal bahaya nikotin tinggi.
Matinya Kopra, gula, garam, jamu dan kretek menandai matinya komoditas nasional.Matinya sebuah kebudayaan lokal.

Tahukah Anda tentang sentra produksi minyak kelapa di Mandar, Sulawesi Selatan?
Tahukah Anda tentang Pulau Selayar yang dahulu kala digelari pulau sejuta emas hijau?

Mungkin tak banyak yang tahu kalau di daratan Sulawesi di tahun 1960-an adalah hamparan pulau kelapa yang menjadi tambang hidup rakyat.
Kelapa sering disebut emas hijau berkibar-kibar di sepanjang jazirah Sulawesi, hingga tiba badai jatuhnya harga kopra dunia di tahun 1980. Ditambah dengan derasnya kampanye perang anti kelapa, benar-benar mengubur minyak kelapa. Pada tahun 90-an, negeri Uwak Sam, Amerika, getol mengampanyekan bahaya minyak kelapa bagi kesehatan. Sebagai gantinya diperkenalkanlah minyak kedelai yang lebih bersahabat dengan kesehatan.

Indonesia yang sudah berabad-abad menggunakan minyak kelapa akhirnya takluk juga. Pelan tapi pasti minyak kelapa dijauhi, membuatnya tak laku dan industri inipun gulung tikar. Hal yang sama terjadi pada gula. Tahun 1930-an, Indonesia produsen gula nomor dua dunia di bawah Kuba. Tapi sejak tuan International Monetary Fund (IMF) datang ke Indonesia tahun 1998, yang memaksa pemerintah melepas tata niaga, termasuk diantaranya gula, maka gula import membanjir.

Sejak itu pula tamatlah industri lokal syurga para semut itu. Sementara garam pernah berjaya di tanah air sendiri pada 1990-an. Kita bahkan mengekspor ke manca negara. Tapi sejak Akzo Nobel gencar kampanye garam yodium, pabrik-pabrik garam nasional bangkrut. Jamu juga mengalami nasib tragis. Posisinya sudah kian tersudut oleh obat farmasi modern. Herbal diragukan keampuhannya. Dukungan pemerintah juga minim. Jangan kaget temulawak dipatenkan oleh anak perusahaan LG, Korea Selatan.
Lagi dan lagi, pemerintah Indonesia menggunakan kacamata kuda dengan temuan baru yang dibungkus rapi dalam baju akademis dan kesehatan.

Kampanye intenasional disambut karpet merah, sementara industri lokal yang menjadi korban kampanye tak disokong baik itu kredit, subsidi, tekonologi, riset, proteksi harga dll.
Sementara industri tembakau lamban tapi pasti mengikuti jejak matinya kopra, gula, garam, jamu. Tembakau kini kian tersisih peredarannya seiring dengan aneka beleid baru yang membatasinya. Tak lama setelah Soeharto jatuh, medio 1999, menyeruaklah isu perlunya pembatasan kadar kandungan tar dan nikotin.

Dengan berlindung di balik isu kesehatan, beleid pembatasan tembakau akhirnya disahkan tahun 2009. Industri rokok kretek terpukul, sementara rokok putih diuntungkan. Dengan slogan "low tar, low nicotin", rokok kretek sempoyongan, sementara rokok putih yang menggunakan tembakau Virginia masih di atas angin, Padahal selama ratusan tahun rokok putih tak pernah bisa menggeser rokok kretek.

Dalam buku "Membunuh Indonesia. Konspirasi Global Penghancuran Kretek" diulas tentang adanya perang global melawan tembakau. Kampanye anti tembakau sesungguhnya bermula dari persaingan bisnis nikotin antara industri farmasi dengan industri tembakau di Amerika Serikat. Perusahaan farmasi berkepentingan menguasai nikotin sebagai bahan dasar produk Nicotine Replacement Therapy (NRT).

Di dalam negeri ada dua sisi bertolak belakang. Di satu sisi kebijakan anti tembakau sukses besar. PP tembakau sudah direvisi berkali-kali, puluhan perda anti tembakau, UU Kesehatan dan RPP Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif sedang digodog, kawasan dilarang merokok, iklan rokok tak selonggar dulu.

Sementara di sisi lain impor tembakau meningkat tajam. Tahun 2003 sebesar 29.579 ton naik menjadi 35.171 ton di 2004. Hingga 2008 mencapai 77.302 ton. Dalam waktu lima tahun ada kenaikan 250 persen. Impor cerutu juga naik. Rata-rata kenaikan 197,5 persen per tahun. Tahun 2004 impor cerutu masih US$ 0,09 juta, di tahun 2008 naik menjadi 0,979 juta. Apalagi juga ada fakta raksasa rokok dunia masuk ke Indonesia.
Philips Morris mencaplok Sampoerna (2005) dan BAT mengakuisi Bentoel (2009). Perusahaan farmasi yang menjual terapi rokok juga kian populer di Indonesia. (Industri kretek yang masih berada di tangan pihak Indonesia adalah Djarum, Gudang Garam, Djeruk dari daerah Kudus, Wismilak.)

Selamat datang penguasa rokok dunia, selamat tinggal industri rokok kretek yang megap-megap menjelang ajal kematian. Industri kretek dalam negeri yang memayungi hampir 30 juta orang yang bekerja di sektor ini.
Lambat tapi pasti rokok kretek menuju liang kematian yang sebelumnya telah ditempati kopra, gula, garam, jamu, dan puluhan lainnya.

Iklan "ROKOK MEMBUNUHMU" hadir Melalui Peraturan Pemerintah (PP) 109/2012, spirit PP tersebut menghancurkan industri kretek nasional untuk digantikan oleh rokok putih milik Phillip Morris dan BAT, dll.

Kampanye " ROKOK MEMBUNUHMU" Di Sponsori oleh Bloomberg Initiative, sebuah lembaga berkedudukan di Amerika Serikat. Bloomberg Initiative mengumumkan bahwa lembaga itu menyeponsori (Membiayai) ilmuwan, kaum profesional, lembaga penelitian, lembaga yang mengamati produk dan kenyamanan hidup masyarakat yang membelinya, juga, termasuk, menyeponsori lembaga keagamaan, agar membuat fatwa haram atas rokok, maka jelas bahwa ada sesuatu tingkah laku yang mencerminkan keserakahan global.

Banyak pihak dipengaruhi dengan duit. Para pejabat kelas atas hingga kelas bawah, semua menjadi korban yang berbahagia, karena limpahan duit yang tak sedikit jumlahya untuk masing-masing pihak. Mereka menjadi korban kecil, karena harus membuat aturan dan sejumlah larangan merokok, yang mungkin tak sepenuhnya cocok dengan hati nurani.

Tapi apa artinya hati nurani di jaman edan ini dibanding duit melimpah?
Para pejabat itu rela membunuh hati nurani mereka sendiri demi duit. Ada juga Gerakan Anti Rokok demi kesehatan lingkungan.
Tapi tak tahukah mereka, bahwa di balik logika kesehatan itu ada keserakahan kaum kapitalis asing yang hendak menguasai bisnis global di bidang kretek?
Kretek kita sangat khas. Dan di negeri orang bule, kretek kita mengantam telak perdagangan rokok putih mereka. Kretek unggul.
Dan karena itu mereka berhitung bagaimana kretek bisa mereka caplok.

Berbeda dengan penemuan Prof Sutiman Bambang Sumitro dari Pusat Penelitian Peluruhan Radikal Bebas di Malang.
Setelah penelitian belasan tahun, salah satu bukti ilmiah yang ditemukan adalah, asap rokok memang mengandung zat merugikan, namun tak cukup kuat sebagai penyebab kanker.
Lebih jauh lagi, teori Prof Sutiman menyatakan, rokok menyebabkan kanker kebanyakan hanya hasil pengolahan data di rumah sakit, bukan di lapangan.
Jadi, asal ada pasien mengidap kanker, dan kebetulan dia merokok, serta-merta rokok lah yang dituding sebagai penyebab tunggalnya.
Variabel-variabel lain yang terkait dengan gaya hidup si pasien, semisal 'asupan' polusi asap kendaraan, konsumsi MSG, dan sebagainya, diabaikan. Metode semacam itu jelas melanggar kaidah eksperimen ilmiah.
Dengan teori baru hasil penelitian ilmuwan bangsa sendiri tersebut, menjadi cukup jelas lah kenapa di sekitar kita banyak perokok aktif yang tetap sehat sampai lanjut usia.

Banyak tokoh nasional yang perokok kretek tetap bugar dan produktif hingga usia senja. Sebut saja misalnya Haji Agus Salim, mantan Menteri Pendidikan Prof Fuad Hasan, penulis besar Pramoedya Ananta Toer, master menggambar Pak Tino Sidin, tokoh Muhammadiyah Prof Malik Fadjar, dan masih banyak contoh lain.

Mengapa Industri kretek menjadi sasaran Amerika?.

Karena Industri ini disasar karena sudah memberikan sumbangan berharga bagi struktur ekonomi Indonesia.
Kekuatan industri kretek itu setidaknya karena beberapa hal.
Pertama, tumbuh berkembang dan bertahan lebih dari satu abad tanpa ketergantungan modal pada negara,
Kedua,menggunakan hampir 100% bahan baku dan konten lokal.
Ketiaga, terintegrasi secara penuh dari hulu ke hilir dengan melibatkan tak kurang dari 30,5 juta pekerja langsung maupun tak langsung.
Keempat, industri melayani 93% pasar lokal. Dengan karakter sekokoh itu, tak ayal industri kretek menjadi salah satu prototipe kemandirian ekonomi nasional.
Kekuatan inilah yang diincar neo-kolonialis gaya baru ingin menguasai industri rokok, tapi dengan mematahkan ketangguhan industri kretek Indonesia. Caranya lewat kampanye ANTI ROKOK Sekarang ROKOK MEMBUNUHMU.

Sumber Info : Buku Membunuh Indonesia. Konspirasi Global Penghancuran Kretek
Penulis: Abhisam DM, Hasriadi Ary, Miranda Harlan
Penyunting: Abhisam DM
Penerbit: Kata Kata Terbit: Desember 2011


Dikutip dari Sindonews pada tahun 2012 bahwa Banyaknya aturan antirokok di berbagai dunia menunjukkan adanya upaya konspirasi global yang ingin menguasai bisnis tembakau secara global.

"Konspirasi global ingin menguasai bisnis tembakau secara dunia, karena menarik industri tembakau ini," kata anggota Komisi IX DPR Poempida Hidayatullah di Jakarta, Kamis (13/9/2012).
Poempida mengungkapkan, ada politikus dan pengusaha dari Amerika Serikat (AS) yang banyak mengeluarkan dana untuk mengkampanyekan antirokok. "Banyak dana yang masuk juga ke DPR, apa keuntungannya? Karena dia punya perusahaan jasa informasi.
Jadi dengan melakukan kampanye ini, maka dia bisa mengontrol pasar dunia," ujarnya.
Dia mengatakan, saat ini industri rokok telah menyerap tenaga kerja yang sangat besar, dan memberi kontribusi besar terhadap APBN.
Sehingga membuat beberapa pihak tergiur untuk menguasai pasar tembakau.

Sedangkan anggota DPR Rieke Dyah Pitaloka menambahkan, saat ini ada kepentingan asing dalam industri rokok.
Mereka ingin menghancurkan industri rokok nasional, sehingga bisa menjadikan Indonesia sebagai konsumen rokok.
"Saat ini industri tembakau kita sangat bagus. Asing tidak senang, mereka lebih senang kalau kita jadi konsumen dan tempatnya buruh dengan upah murah," tegasnya.

Sementara itu, penggiat ekonomi sekaligus Presidium Insitute Global Justice (IGJ) Salamuddin Daeng mengatakan, dominasi perusahaan besar soal tembakau sangat besar.
"Ketika dunia internasional industri tembakau berkembang pesat, tapi di dalam negeri itu ingin dihancurkan," kata Daeng. Menurutnya, hingga saat ini negara maju seperti Amerika dan Eropa masih mensubsidi pertanian tembakaunya. "Amerika banyak sekali, sampai ke asuransi gagal panen. Eropa juga mensubsidi tanaman tembakaunya. Di dalam negeri justru dimatikan dengan muncul peraturan pemerintah hingga perda," tandasnya.[mm/sn/kk]


Sumber : http://www.muslimoderat.net/2017/07/iklan-merokok-membunuhmu-konspirasi-asing-dan-aseng-membunuh-industri-indonesia.html#ixzz4oGefhXIa

5 Deklarator Partai 212 Mundur

5 Deklarator Partai 212 Mundur


Baru berdiri selama 5 hari,  5 deklarator Partai Syariah 212 menyatakan diri secara terbuka untuk mengundurkan diri dan mengucapkan permohonan maaf kepada Umat Islam.

Kelima deklarator tersebut antara lain Ma'ruf Hallimudin, Agung Suyono, Sidiq Waluyo, Rulli Munandzir dan Andi Darmawati.


Alasan mengundurkan diri dari Partai Syariah 212 adalah banyak alumni 212 yang tersebar di seluruh Indonesia tidak setuju dengan nama 212 yang dipakai untuk nama partai politik tersebut.

"Cukup tajam sekali dari kawan-kawan alumni 212 pada khususnya.  Mereka sangat membenci sekali, marah sekali," ujar Ma'ruf Halimuddin di Kawasan Tebet Jakarta, seperti dilansir indopos, Ahad (23/7/2017).

Ma'ruf menjelaskan bahwa penggunaan nama Partai 212 dinilai sangat tidak etis, padahal Aksi 212 merupakan semangat Umat Islam dari berbagai latar belakang.

"Jadi bener-bener kurang etis, sangat tidak baik kalau kami memakai 212, padahal itu adalah semangat mereka," jelas Ma'ruf.

Selain mengundurkan diri dari keanggotaan Partai 212, kelima deklarator juga menyatakan permohonan maaf kepada semua alumni 212 dan GNPF MUI.

"Kami mengajukan maaf kepada semua alumni 212, GNPF MUI Presidium alumni 212, serta simpatisan alumni 212. Kami memohon maaf yang setinggi tingginya, semoga semua ulama, habaib dan semuanya bisa membukakan pintu maaf agar kami bisa bercengkerama lagi," papar Ma'ruf.

Dengan mundurnya 5 deklarator, maka kemungkinan besar Partai Syariah 212 akan bubar, karena hanya sisa 2 orang deklarator. 

Seperti diketahui sejumlah orang mendeklarasikan berdirinya Partai Politik 212 Syariah. Deklarasi ini dilakukan di Gedung Djoeang, Menteng, Jakarta Pusat. Pembacaan deklarasi dipimpin oleh seorang perempuan bernama Asmah Ratu Agung. 

Sumber : islamedia.id

Pemerintah Turki Masukkan Materi Jihad dalam Kurikulum Pendidikan Nasional

Pemerintah Turki Masukkan Materi Jihad dalam Kurikulum Pendidikan Nasional
Pemerintah Turki melalui Menteri Pendidikan Turki Ismail Yilmaz mengumumkan bahwa kurikulum pendidikan nasional di Turki memasukkan materi “jihad” kedalam bagian dari hukum Islam dalam buku-buku pendidikan.



Dan ia mengatakan “jihad adalah salah satu unsur dalam agama kita .. tugas dari Departemen Pendidikan untuk mengajarkan setiap konsep dengan cara yang benar .. Kami juga bekerja untuk memperbaiki pandangan terhadapnya atau hal-hal yang salah dalam pengajarannya.”

Kementerian kami telah mengambil keputusan yang sangat penting. Jika shalat adalah salah satu pilar agama maka jihad adalah jihad ibarat tenda. Sebuah tenda tidak akan terbangun tanpa adanya pilar-pilat. Tidak ada manfaatnya mengajarkan matematika kepada anak bila mereka tidak mengetahui makna jihad.” ujar Menteri Pendidikan Turki Ismail Yilmaz.

Sementara anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Turki , Hakim Ahmed Hamdi alkamili mengapresiasi kebijakan pemerintah Turki yang memasukkan materi “jihad” dalam kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah. Hakim menegaskan bahwa “Jihad adalah salah satu unsur Islam terdahulu.”

Hakim mengungkapkan bahwa : "ketika kita melihat para sultan Ottoman, hampir semua dari mereka tidak pergi haji karena tidak ingin “absen” dari jihad

Bahkan salah satu anggota Komite Pendidikan Nasional dalam parlemen Turki mengatakan bahwa “tidak ada manfaatnya pengajaran matematika bagi siswa yang tidak tahu artibjihad”.

Sumber : islamedia.id

Islam Agama Masuk Akal, Itulah Alasan Mahasiswa Kristen Yogya Ini Mengucapkan Syahadat

Islam Agama Masuk Akal, Itulah Alasan Mahasiswa Kristen Yogya Ini Mengucapkan Syahadat
Kembali bertambah keluarga besar Mualaf Center Yogya dengan bersyahadatnya seorang mahasiswa salah satu universitas swasta ternama di jogja, pada hari ahad, 23 Juli 2017



Mahasiswa tersebut bernama Barnabas Yos, dengan kesungguhan, keteguhan diri meninggalkan keyakinan lamanya untuk mengimani islam. 

Atas kemauan sendiri dan tanpa paksaan Barnabas memantabkan diri untuk memeluk agama Islam.

"Inilah akhir keputusan saya untuk mengimani islam, telah lama islam saya tahu dan ternyata islam ajaran yang masuk akal, mulai dari konsep ketuhanan dan lainya, itulah yang mendasarinya untuk memutuskan memeluk islam" papar Barnabas seperti dimuat dalam Page Mualaf Center Yogyakarta.

Usai kajian tafsir hadits dan sholat isya,  Barnabas mengucapkan Ikrar dua kalimah syahadat dengan di bimbing Ust Ridwan Wicaksono dan di dampingi team Mualaf Center Yogya serta di saksikan jemaah Masjid Gedhe Kauman Kraton Ngayogyokarto. 

Sumber : islamedia.id

Kisah 5 Warga Palestina yang Bermimpi Al-Aqso Dibebaskan Indonesia

Kisah 5 Warga Palestina yang Bermimpi Al-Aqso Dibebaskan Indonesia
Jalur Gaza kembali menjadi duka bagi warga Palestina. Pesawat-pesawat temput Zionis Israel meraung-raung di angkasa Gaza sejak Senin dini hari dan kemudian turun bom-bom yang berdentum keras, meluluh lantakkan bangunan dan menumbangkan korban; 40 lebih gugur, 300 lebih luka-luka.

Di tengah perjuangan keras warga dan anak-anak Gaza untuk mempertahankan hidup, mimpi aneh lima orang warga Palestina menjadi perbincangan banyak pengguna media sosial.
Al kisah, di awal tahun ini, lima warga Palestina yang tinggal di sekitar Al Quds bermimpi. Yang aneh, mimpi mereka mirip, bahkan sama. Cerita masjidil Aqsa, kiblat pertama umat Islam dan masjid suci ketiga, akan dibebaskan orang-orang yang sebelumnya tidak mereka kenal.
Wajah-wajah mujahidin itu agak asing bagi mereka. Karena wajah-wajah itu bukan wajah-wajah orang Palestina, bukan pula wajah orang-orang timur tengah.
Tapi ada kesamaan; Ada aura wudhu yang menandakan mereka adalah umat Islam, orang-orang yang beriman. Dari mimpi itu mereka kemudian menjadi tahu para mujahid itu berasal dari Indonesia, sebuah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.
Salah seorang diantara mereka yang merasa heran, karena ia belum pernah mendengar nama Indonesia dalam kehidupan nyata. Rileks indonesia adalah negeri muslim terbesar dan dalam mimpi itu merekalah yang kebebasan Masjid Al Aqsa.
Dalam mimpi itu, tampak muslim indonesia sangat banyak. Mereka tiba di Palestina dan bertempur melawan Israel. Peperangan demi peperangan dimenangkan oleh muslim indonesia itu. Mereka tidak dapat dilawan. Sampai akhirnya, Israel pun takluk di tangan wajah-wajah asing itu.
“Mereka (orang-orang Indonesia) itu datang bagai air bah, mereka menang peperangan demi peperangan dan Israel akhirnya menimpa mereka,” kata salah seorang menceritakan mimpinya saat bertemu dengan orang yang bermimpi sama. Sumber dari Berita Tahun 10 Juli 2014.
Semoga bisa dijadikan pembelajaran dan semangat dalam diri kita terutama warga Indonesia.
Sumber: islampos.com

Guru Agama di Parepare Sulawesi Selatan Mau Dipenjara, Karena Menyuruh Sholat ke Siswanya

Guru Agama di Parepare Sulawesi Selatan Mau Dipenjara, Karena Menyuruh Sholat ke Siswanya
Kasus dipidananya seorang guru di Parepare, tetiba menjadi viral. Guru mata pelajaran agama itu divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Parepare, karena dituding memukul siswa yang engggan salat duhur.

Protes meluas. Solidaritas para pendidik diuji. Organisasi keguruan ditagih perannya. Namun yang pertama mengambil inisiatif adalah Gerakan Save bu Darma. Kemarin, telah duduk bersama para aktivis dari Pemuda Muhammadiyah, Kopera, IGI dan PGHI, serta Komunitas Parependen. Mereka menginisasi gerakan ini.
“Pemuda Muhammadiyah dan seluruh elemen yang ada disini, menegaskan diri mengawal kasus ini. Bu Darma tidak sendiri,” tegas Ketua Pemuda Muhammadiyah Parepare, Yadi Arodhiskara.
Senada, Ketua Kospera Muh Nasir Dollo yang sedari awal mengawal kasus ini, menyebut sejumlah kejanggalan dalam vonis guru bersahaja tersebut. Dosen FH Umpar itu akan menempuh seluruh jalan untuk mementahkan vonis bu Darma. “Citra Parepare sebagai kota peduli pendidikan makin tercoreng,” kritiknya.
Pegiat Parependen yang juga aktivis PM, Ahmad Kohawan menyebut, solidaritas para guru tengah diuji dengan adanya kasus ini. Dia mengajak para guru dan aktivis sosial mengawal bu Darma Jumat siang, saat akan mengambil salinan putusan di PN Parepare.
“Apalagi yurisprudensi MA jelas menyebutkan guru tidak bisa dipidana karena mendisiplinkan siswa. Disini, peran PGRI dan organisasi guru lainnya ditagih,” tegas kandidat doktor Universitas Hasanuddin itu.

DisiplinBu Darma sendiri terharu dengan gerakan dukungan atas kasus yang menimpa dirinya. Dia tidak membantah telah memukul siswa. Namun itu bukan tanpa alasan. Darma juga bukan tipe guru ‘killer’. SMA ini memang mewajibkan salat duhur berjamaah.
“Nah siswa ini paling bandel dan banyak celoteh saat diingatkan shalat. Namanya kita ingin agar siswa kita disiplin, jadi lengannya saya pukul. Tapi sama sekali tidak keras sehingga keliru jika disebut berbekas sampai dirawat di puskesmas,” urainya.
Dia juga mementahkan tudingan yang menyebut dia memukul siswa memakai sepatu berulang-ulang. Setelah kejadian itu, Darma mengaku didatangi oknum LSM. Dia marah-marah, lalu banting ID Card didepan para guru.
‘Tidak ada yang tidak kenal saya di Parepare. Walikota saja saya perintah. Kau siapa kau andalkan?,” kata Darma menirukan ucapan oknum tersebut.
Sumber: sangpencerah.id

Begini Cara Gus Dur Membangun Papua

Begini Cara Gus Dur Membangun Papua
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menjelaskan, pembangunan yang dilakukan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di tanah Papua bukan saja pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga menekankan kepada pembangunan manusia atau masyarakat Papua.



Pria yang akrab disapa Cak Imin menegaskan, Gus Dur dalam pembangunan Papua juga memperhatikan konteks sejarah Papua.

"Membangun Papua tidak bisa lepas dari sejarah Papua," kata Cak Imin saat memberikan sambutan dalam acara diskusi “Gus Dur, Papua, dan Paradigma Pembangunan di Graha Gus Dur” di Jakarta, Rabu (26/7).

Gus Dur, imbuh Cak Imin, berusaha untuk membangun kembali kepercayaan diri masyarakat Papua. Salah satu upaya yang dilakukan Gus Dur adalah dengan mengganti nama Irian dengan Papua.

"Ketika Gus Dur merubah Irian menjadi Papua banyak perdebatan," jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, Gus Dur juga menekankan dialog dan menampung aspirasi masyarakat Papua seperti memperbolehkan masyarakat Papua untuk mengibarkan Bendera Bintang Kejora.

"Gus Dur membolehkan Bendera Bintang Kejora dikibarkan (di Papua) tetapi tingginya di bawah Bendera Merah Putih," terangnya.

"Ketika ditanya (soal kebolehan mengibarkan Bendera Bintang Kejora, Gus Dur menjawab dengan enteng: persatuan sepak bola saja boleh mengibarkan bendera klub," lanjut Cak Imin.

Cak Imin menilai, Gus Dur meletakkan manusia di atas segala-galanya. Oleh karena itu, Gus Dur membangun Papua dengan membangun manusianya. 

Sumber : nu.or.id

PBNU: Saatnya Dunia Bersatu Menyelamatkan Palestina

PBNU: Saatnya Dunia Bersatu Menyelamatkan Palestina
Kondisi memanas akibat penyegelan dan pelarangan aktivitas ibadah kepada umat Islam di kompleks Masjid Al-Aqsha memantik kecaman dan reaksi dari pelbagai pihak. Salah satunya dari Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini.



Helmy mengatakan bahwa konflik yang terjadi di Masjid Al-Aqsha sesungguhnya merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan. Dalam tragedi itu hak ibadah yang sesungguhnya merupakan hal dasar setiap manusia, dikekang dan diintervensi. Inilah yang menurutnya sangat bertentangan dengan prinsip, hak, dan sekaligus rasa kemanusiaan.

Oleh karena yang terjadi merupakan tragedi kemanusiaan, tambah Helmy, maka tanggung jawab untuk mengatasi dan mencari solusi bagi tragedi tersebut merupakan tanggung jawab bersama.

Masalah Palestina, imbuhnya, harus diletakkan sebagai tragedi kemanusiaan, sehingga ini bukan semata-mata masalah yang harus ditanggung umat Islam semata. Maka sudah saatnya dunia bersatu menyelamatkan Palestina.

"Seluruh komponen dan entitas dunia harus meletakkan masalah Palestina ini sebagai masalah dan tanggung jawab semua pihak," jelas Helmy, Rabu (26/7).

Terkait konflik yang terjadi di Palestina ini, pada Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015 komisi rekomendasi secara khusus merumuskan beberapa rekomendasi langkah kongkret yang harus dilakukan oleh pihak-pihak terkait, baik PBNU, Pemerintah, serta organisasi internasional seperti OKI dan PBB. 

Sebagaimana yang tertuang dalam rekomendasi tersebut, sikap PBNU dalam hal ini mendukung tegas kemerdekaan Palestina. 

Sumber : nu.or.id

Survei: Jumlah Muslim di Inggris Meningkat Pesat

Survei: Jumlah Muslim di Inggris Meningkat Pesat
Sebuah studi terbaru di Inggris menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang paling cepat berkembang. Kemajuan pesat jumlah mualaf, berbanding lurus dengan menyusutnya jumlah jemaat di sejumlah Gereja di Inggris.

Riset NatCen British Social, menyebut Gereja Inggris di ambang ‘kepunahan’. Ini melihat data bahwa Gereja di Inggris telah kehilangan sekitar dua juta pengikut dalam dua tahun terakhir.
Jumlah orang di Inggris yang menggambarkan keyakinan mereka sebagai Anglikan, turun 21% dalam rentang 2012 dan 2014. Selama dua tahun, mereka telah kehilangan sekitar 1,7 juta pengikut. Jumlah Anglikan di Inggris sekarang dikatakan sekitar 8,6 juta orang.
Sementara jumlah Muslim di Inggris, tumbuh sebesar hampir satu juta pada periode yang sama. 4,7% persen orang Inggris sekarang telah mendeklarasikan diri sebagai seorang Muslim. Populasi Muslim Inggris mencapai 2,4 juta.
Massoud Shadjareh, aktivis Komisi Hak Asasi Manusia dan Islam di London mengatakan, statistik menunjukkan bahwa meskipun Islamofobia dan stereotip apapun tentang Islam, tak berpengaruh terhadap kemajuan Islam di Inggris.
“Islam adalah agama yang paling cepat berkembang di seluruh penjuru dunia,” ujarnya.
Gereja Inggris telah menurun selama 30 tahun terakhir dan dalam satu dekade terakhir, percepatan penurunan tengah terjadi. Jumlah Anglikan di Inggris terus merosot hingga 40 persen sejak 1983.
 Sumber: republika.co.id

Inilah Cobaan yang Dialami Tommy Kurniawan yang Membuat Dia Mulai Hijrah

Inilah Cobaan yang Dialami Tommy Kurniawan yang Membuat Dia Mulai Hijrah
Memulai karier sebagai model hingga laris di dunia seni peran sejak tahun 2000, membuat nama Tommy Kurniawan terus dikenal hingga saat ini. Meski sudah berkeluarga hingga memiliki dua anak, tidak membuat kariernya di dunia hiburan Tanah Air redup.

Tommy pun kini mulai mengalami perubahan lebih agamais. Baik perubahan dalam sikap maupun tutur katanya. Meskipun, banyak yang mengira jika pemain film ‘Eiffel I’m in Love ini’ baru saja berhijrah beberapa tahun belakangan ini.
Namun ternyata, mantan suami Tania Nadira tersebut sudah memulai proses hijrah sejak 2006. Lalu apa ya, yang membuat aktor berusia 32 tahun ini memilih untuk hijrah dan memperdalam agama Islam?
“Awalnya tahun 2006 itu saya mendapat nikmat musibah yang sangat besar. Kemudian berlanjut tahun 2009, 2011, 2013, lalu 2016. Saya kok merasa tiap 2 sampai 3 tahun selalu diberi nikmat cobaan yang luar biasa dalam hidup saya ya?” katanya ketika ditemui kumparan di Gedung Davinci, Sudirman, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Sejak 2006 Tommy harus dihadapkan dengan kondisi kedua orangtuanya yang sakit cukup keras. Sang ayah, Syamsuddin, mengalami sakit jantung, ginjal dan diabetes. Sementara sang ibu, Mulyanih Eliya Hastuti, mengalami sakit ginjal dan diabetes.
Banyaknya cobaan yang didapat, membuat Tommy berpikir jika itu semua adalah ujian agar dirinya selalu mengandalkan Tuhan, dalam setiap cobaan yang dihadapi.
Kemudian pada sekitar Juli 2009 Ia harus kehilangan sang ayah untuk selama-lamanya. Belum duka itu sembuh, selang 5 bulan, tepatnya pada Desember 2009, sang ibu juga menyusul almarhum ayah tercinta menghadap Sang Pencipta.
Sementara itu pada 2011, cobaan kembali menimpa dirinya manakala hubungan asmara dengan Tania Nadira sempat terhalang restu orangtua sang kekasih. Mereka bahkan sempat menikah diam-diam tanpa restu orangtua Tania.
Tommy bahkan sempat mau dilaporkan ke polisi karena dinilai telah membawa pergi putri pasangan Fadel Muhammad dan Hana Hasanah Shahab.
Namun, perlahan minta maaf dan restu orangtua Tania kepada Tommy mulai terbuka lebar. Namun pada 2016, konflik rumah tangga mereka kembali menerpa, hingga pada Maret 2017, Tommy dan Tania resmi cerai.
Sejak saat itu, ayah dua anak itu mulai bertafakur (merenung), membaca buku-buku agama, dan bergaul dengan orang-orang baik, agar dirinya bisa perlahan-lahan berubah menjadi orang yang lebih baik lagi.
“Tahun 2007, saya dipertemukan oleh ulama, kyai gitu. Kemudian dari situ saya dibimbing terus, sampai beliau meninggal. Guru-guru saya itu yang saya ajak diskusi pertama kali (untuk berhijrah), karena saya enggak punya orang lain lagi, saya kan sudah enggak punya orangtua,” tuturnya.
“Terus Kayak kemarin pas dapat nikmat musibah, saya ke situ, saya disuruh zikir, disuruh kembali pada Allah. Saya sampai tidur di musala, tidur di bilik santri segala macam. Tapi saya merasakan ketenangan, meraskan sesuatu yang nikmat gitu. Makanya semakin tahun, pengin semakin baik lagi,” lanjutnya.
Meskipun sudah lebih dari 10 tahun memulai perjalanan hijrahnya, namun pesinetron ‘Ketika Cinta Harus Memilih’ itu baru benar-benar fokus mendalami ilmu agama selama 2 tahun terakhir ini.
“Rasul (Muhammad SAW) kan pernah bilang, kalau keimanan orang pasti naik-turun terus. Jadi, yang benar-benar (hijrah) banget itu 2 tahun belakangan ini. Padahal udah dari 2006 baca buku, baca Alquran, tapi ya itu, godaan-godaan itu kan janjinya setan ya. Ketika kita mencoba untuk taat, tapi digoda terus sama setan,” jelas Tommy.
Meskipun sudah jauh lebih baik dari dirinya yang dulu, Tommy juga belum merasa sudah seratus persen berhijrah. Oleh sebab itu hingga kini, ayah dua anak tersebut masih terus belajar agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
“Saya menyadari, bahwa untuk jadi manusia yang lebih baik lagi itu butuh proses. Saya selama ini lebih meningkatkan keilmuannya, ketaatannya dan ke-istiqomahan-nya. Karena itu semua yang paling penting dari proses berhijrah,” ujarnya.
Lalu, Apa ya Makna Berhijrah Bagi Seorang Tommy Kurniawan?“Hijrah itu berpindah, dari sesuatu yang tidak baik, jadi lebih baik lagi. Tapi menurut saya, sekarang kan lagi ngetren hijrah ya, tapi bukan di situ poinnya. Poinnya adalah istiqomah, itulah yang paling sulit. Jadi, jangan ngetrennya cuma hijrah aja, tapi juga harus istiqomah,” tutupnya.
Tommy bahkan mengaku kepada kumparan, jika dirinya kerap menangis sejak memutuskan untuk memperdalam ilmu agama Islam sejak 2006.
Lantas, kenapa ya pria kelahiran Jakarta, 15 September 1984 ini sempat menangis? Lalu, seperti apa hikmah yang dirasakan Tommy sejak memutuskan untuk hijrah?
Sumber: kumparan.com

Sholat Menghadap ke Timur, Sri Hartati Mengaku Menerima Wahyu Dari Allah

Sholat Menghadap ke Timur, Sri Hartati Mengaku Menerima Wahyu Dari Allah
Sejumlah tokoh agama Islam melaporkan Sri Hartati (47), warga Kalilembu, Karangdadap, ke Polres Pekalongan, Kamis (2/6/2016) sore.

Rais Syuriah MWC NU Karangdadap, KH Agus Salim, menilai ajaran perempuan yang memiliki empat orang anak tersebut melenceng dari ajaran Islam yang ia peluk.
Lewat musyawarah bersama tokoh agama Islam lainnya, mereka mendatangi rumah Sri Hartati. Pihaknya mengajak Sri Hartati dan suaminya kembali ke ajaran yang sesuai syariat Islam.
“Kami mengajak untuk kembali pada ajaran yang benar, tapi justru terjadi perdebatan soal kiblat menghadap ke timur,” kata KH Agus Salim.
Dia mengharapkan buku-buku Alkitab Na’sum yang dibuat tidak disebarkan kepada masyarakat umum.
Sebab terdengar kabar Alkitab Na’sum disebarkan kepada pasien-pasien Sri Hartati yang membutuhkan bantuan Sri Hartati. Menurut informasi kitab tersebut sudah ada yang dibawa ke Jakarta.
“Dia membenarkan membuat buku itu dan mengaku menerima wahyu yang diterima dari Allah,” sambung KH Agus Salim.
Sekretaris MWC NU Karangdadap, Syaikhul Bahri, menambahkan Majelis Ulama sudah mengeluarkan fatwa bahwa buku yang dikeluarkan Sri Hartati sesat.
Dia mengkhawatirkan apa yang diajarkan Sri Hartati menimbulkan gejolak di tengah masyarakat yang tidak menerima ajaran dan Alkitab Na’sum.
“Kami laporkan kepada pihak kepolisian untuk mengantisipasi gejolak yang ada di masyarakat, bahkan sudah menyebar sampai ke luar Kabupaten Pekalongan,” kata dia.
Sri Hartati blak-blakan soal pengalaman spiritualnya selama ini. Ia mencontohkan salat yang ia lakukan berbeda dengan umat Islam pada umumnya yang menghadap kiblat.
“Saya mendapatkan wahyu dalam ayat-ayat itu salat menghadap ke timur. Petunjuk itu yang saya ikuti,” kata Sri Hartati saat ditemui Tribun Jateng di rumahnya.
Mari kita doakan semoga ini cepat tobat.
Amin
Sumber: tribunnews.com

Alhamdulillah, Akhirnya Penista Agama Islam Ini Ditangkap Polisi

Alhamdulillah, Akhirnya Penista Agama Islam Ini Ditangkap Polisi
Kepolisian Daerah Bali akhirnya berhasil menangkap pelaku penistaan agama Islam yang dilakukan oleh Donald Bali.

Pria 39 tahun itu ditangkap karena mengunggah konten ujaran kebencian pada situs berbagi video YouTube. Pria asal Jember, Jawa Timur, itu menggunakan akun Donald Bali di situs YouTube. 



Sepertu dilansir viva, rabu(26/7/2017), Tim Unit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali yang dipimpin Komisaris Polisi I Wayan Wisnawa Adiputra menangkap DIS di Tabanan. 

Pria itu diketahui mengunggah video berjudul "Syahadat Islam". Dia mempersoalkan kalimat pengakuan keimanan seorang muslim itu. Menurutnya, kesaksian dalam dua kalimat syahadat dianggap sah jika orang yang mengucapkan sudah bertemu Allah dan Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah. Jika belum bertemu, menurutnya, hal itu kesaksian palsu.

Polisi menjerat DIS dengan pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45A Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Barang bukti yang disita, antara lain, ponsel bermerek Vivo tipe Y21 warna putih, dua kartu sim Indosat, dan kartu memori micro-SD. 

"Pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Ajun Komisaris Besar I Nyoman Resa, Kepala Sub Direktorat II Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali, pada Rabu (26/7/2017).

Penelusuran Islamedia, selain video "Syahadat Islam" akun Donald Bali telah mengunggah video yang berisi materi penistaan terhadap agama Islam dengan total berjumlah 12 video. 

Sumber : islamedia.id
Copyright © Zona Islami. All rights reserved. Template by CB